Perlu anda ketahui bahwasanya penggunaan pelumas bearing tidak tepat ini dapat mengakibatkan biaya operasional yang lebih tinggi. Makanya perlu anda pahami dalam memilih pelumas bearing terbaik. Pelumas sendiri memiliki fungsi agar dapat meredam gesekan, menyerap panas sehingga tidak mudah memuai.

Jenis-Jenis Pelumas untuk Bearing

Jenis pelumas ini dapat disesuaikan dengan jenis bearing, ukuran, kondisi operasional, kebutuhan sirkulasi maupun konstruksi penggunaan bearing. Terdapat 3 jenis pelumasan yang dapat digunakan dan diaplikasikan untuk bearing yaitu:

  1. Pelumas Oli

Pelumas oli memang salah satu pelumas bearing terbaik karena dapat diaplikasikan pada mesin yang memiliki kinerja lebih tinggi dan menanggung beban yang lebih berat. Pelumas ini berfungsi untuk menyerap panas yang diakibatkan karena beban kerja yang berat. Contohnya untuk melumasi bearing pada mesin, bagian kepala silinder maupun garden.

  1. Pelumas Grease

Sedangkan grease ini merupakan pelumas bearing terbaik yang memiliki kemampuan untuk mencegah  kontaminasi kotoran kedalam bearing. Dalam pemakaiannya juga hanya membutuhkan sedikit pelumasan. Salah satu kekurangannya yaitu dalam meredam gesekan ini lebih kecil. Contoh pengaplikasiannya yaitu pada laher komstir dan laher roda.

  1. Pelumas Tipe Kering

Pelumas ini merupakan material padat dengan bahan graphite yang diaplikasikan pada permukaan yang mengalami gesekan. Pelumas ini juga lebih cocok digunakan untuk laher pada mesin dengan tekanan dan kecepatan yang tinggi. Contohnya pada mesin-mesin pabrik.

Penyebab Kerusakan Bearing

Terdapat beberapa penyebab kerusakan pada bearing yang disebabkan oleh beberapa hal berikut ini :

  • Penggunaan pelumasan yang tidak tepat, sehingga perlu sekali memilih pelumas bearing terbaik
  • Volume maupun waktu pelumasan ulang yang tidak pas (relubrikasi)
  • Beban yang terlalu berlebihan saat mesin beroperasi, hal inilah yang dapat memperpendek umur bearing
  • Pemasangan bearing tidak pas atau longgar mengakibatkan fretting corrosion
  • Pemasangan bearing ketat mengakibatkan bearing panas
  • Instalasi bearing tidak tepat
  • Terjadi kontaminasi saat pemasangan baik berasal dari pasir,butiran metal maupun debu yang tidak disadari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *